Serba -Serbi KBM During

DURING 


    Bismillahirohmannirrohiim

          During saat ini ramai sekali di perbincangkan  khususnya di dunia pendidikan. Model pembelajaran seperti ini merupakan salah satu alternatif yang di suguhkan agar KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) antara Guru dan Murid tetap bisa berjalan di era new normal pandemi seperti sekarang ini dengan cara pembelajaran jarak jauh atau via online.

 

          Ada beberapa yang pro dan kontra terkait hal ini.Pembelajaran yang tadinya tatap muka secara langsung antara guru dan murid harus di gantikan dengan during.  Dari pengalaman yang saya temukan, hal positifnya adalah antara guru dan murid tidak terjadi interaksi secara langsung dimana hal ini sangatlah baik sebagai upaya kita bersama memutus rantai penyebaran COVID-19 yang memang tidak kita inginkan bersama.

 

          Dan pendapat lain menyebutkan bahwa ada yang perlu di perbaiki dari sytem during yang sudah baik ini. Kita harus melihat semua aspek baik dari latar belakang sekolah maupun latar belakang dari pihak murid. Bila perlu kita buat resume atau list-list tentang berbagai macam rersiko (identifikasi risk).

 

          Dari beberapa informasi IR (Identifikasi Risk),sependek sepengetahuan saya sebagai orang yang awam dan tidak langsung terjun di dunia pendidikan,ada beberapa

 Masalah yang saya temukan baik dari sisi guru dan murid diantaranya adalah:

1.       Guru harus memastikan bahwa para murid hadir di kelas saat pembelajaran online.

2.       Guru harus mengatur jam belajar agar murid tidak perlu terlalu lama menatap monitor.

3.       Guru dituntut dapat memberikan atau menyajikan konten yang pas agar murid tetap bisa mendapatkan materi yang sesuai dengan pembelajarannya saat proses belajar dilakukan secara during.

4.       Tidak semua guru dapat dengan cepat memahami model,tools ,aplikasi yang di gunakan untuk mendukung kegiatan belaja mengajar secara during/online,maka disini harus ada waktu ekstra yang harus di sediakan oleh guru untuk cepat belajar menguasai perubahan system pendidikan.

5.       Kendala berupa buruknya jaringan internet baik dari pihak guru dan murid

6.       Kendala tirisnya kuota.

7.       Kendala tidak semua keluarga dari murid dapat memberikan fasilitas perangkat pendukung untuk KBM during.

8.       Kendala murid yang masih perlu didampingi orang tua ketika kegiatan belajar mengajar during atau online. Sedangkan kondisi tidak memungkinkan bagi orang tua yang masih harus sama-sama mencari nafkah dengan bekerja.

Dan mungkin masih banyak lagi kendala-kendala yang dirasakan baik dari sisi Guru dan Murid terkait dengan kegiatan belajar mengajar di era new normal ini.

Nahh…di tengah kesulitan yang terjadi terkait dengan sistem pembelajaran during ini, ada alternative yang menarik yang di suguhkan oleh beberapa lapisan masyarakat masyarakat. Yang menarik dan mencuri perhatian saya adalah di kabupaten Tasikmalaya.

Berita yang masih hangat di perbincangkan di jagad dunia maya hari ini adalah gebrakan yang di lakukan oleh Polresta Tasikmalaya. Guna meringankan masalah yang dihadapi oleh murid terkait tirisnya kuota. Polresta Tasikmalaya mulai memfasilitasi para pelajar dengan wifi gratis. Hal itu seperti yang dilakukan di Polsek Rajapolah yang letaknya 17,2 KM atau sekitar 33 menit dari kantor AQIQAH MURAH TASIKMALAYA yang merupakan salah satu pilihan menarik AQIQAH TASIKMALAYA .



     


penyediaan jaringan WiFi atau internet ini tindak lanjut hasil patroli pihak kepolisian selama ini yang masih banyak menemukan siswa terhambat pembelajarannya karena tidak memiliki jaringan internet atau kuota. “Selama ini pembelajarannya terhambat dengan tak adanya alat komunikasi dan jaringan internet, makanya kami menjembataninya dengan menyediakan jaringan internet bagi siswa,” terangnya.

                Senin (24/08) siang, puluhan murid dari Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) 2 Rajapolah kelas VII, VIII dan IX mendatangai Polsek Rajapolah dalam rangka menggunakan fasilitas wife gratis. Harapanya dengan adanya fasilitas ini dapat membantu murid atau siswa yang terhambat pembelajarannya karena tidak memiliki jaringan internet atau kuota.

          Sebelum melaksanakan pembelajaran daring, para murid atau siswa wajib tetap menjalankan dan menjaga protokol kesehatan COVID-19. Sesaaat setelah para siswa  tiba di Polsek Rajapolah,ada petugas khusus yang bertugas melakukan cek suhu, mengarahkan untuk mencuci tangan dan dipastikan menggunakan masker.

          Saya bersyukur di tengah pandemi yang dihadapi oleh bangsa kita khususnya di dunia pendidikan, masyarakat saling berjibaku mencari dan membantu memberikan solusi agar anak bangsa ini tetap mendapatkan pendidikan yang terbaik.

Wassalammualaikum.

Komentar

  1. Aqiqah Nurul Hayat https://www.aqiqahnurulhayat.com/harga-aqiqah-malang

    BalasHapus

Posting Komentar